Archive

Archive for the ‘news’ Category

Sejarah Candi Borobudur

December 27th, 2011 No comments

Candi borobudur terkubur lahar merapi
Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa ahli mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi, kemungkinan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. Selain itu, puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama Borobudur dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada Borobudur sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi.

Sejarah ditemukannya candi borobudur
Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar.

Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.

Penyebab Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara

November 28th, 2011 No comments

jembatan kukar runtuh

Para ahli mulai menginvestigasi penyebab pasti runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang baru berumur sepuluh tahun. KPK pun berkepentingan, khususnya ingin menyelidiki aspek pengadaan barang dan jasa atas proyek jembatan gantung terpanjang di Indonesia itu.

Wakil Ketua KPK, M. Jasin, mengatakan masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bila ditemukan adanya indikasi penyimpangan terkait ketidaksesuaian perencanaan dan spesifikasi teknik dari yang sudah direncanakan. “Atas penggunaan dana untuk jembatan itu. Nanti kan ketahuan sesuai atau tidak,” kata Jasin di Gedung KPK, Jakarta, Senin 28 November 2011.

Pakar konstruksi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Iswandi Imran, mengatakan ada dua dugaan penyebab ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Penilaian itu disampaikan Iswandi berdasarkan keterangan saksi dan foto-foto jembatan sepanjang lebih dari 700 meter itu pasca-ambruk yang dia terima.

“Pertama ada kesalahan prosedur saat melakukan pengencangan kabel hanger jembatan dan hilangnya kekuatan material yang menahan beban akibat cacat material,” beber Iswandi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada kesalahan saat para pekerja melakukan perbaikan kabel hanger jembatan.

Saat pengerjaan pengencangan kabel hanger, jelas Iswandi, ruas jalan jembatan Kukar tidak dikosongkan seluruhnya. Hal ini menyebabkan over stress atau terjadi kelebihan beban pada kabel hanger yang berakibat putusnya kabel.

Kemungkinan selanjutnya, terjadi kelelahan material atau dalam bahasa teknik disebut material fatigue. Pada kondisi ini bahan bangunan sudah hilang kekuatannya dalam menahan beban.

Menurut Iswandi, hal ini bisa bisebabkan karena cacat material konstruksi jembatan saat pembangunan atau beban yang melewati jembatan tersebut melebihi perhitungan ambang batas pada saat perencanaan 10 tahun lalu.

Penggunaan dana pemeliharaan jembatan itulah yang kemudian akan dibidik BPK. “Kita tunggu temuan BPK, bila ada temuan BPK nantinya ada indikasi penyimpangan dana tidak untuk pemeliharaan jembatan dan ada pelanggaran pidana,” kata Jasin.

Jembatan Kutai Kartanegara roboh pada Sabtu 26 November 2011 pukul 17.30 WIB. Akibat musibah ini, 11 orang ditemukan tewas sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Kemungkinan jumlah korban masih akan bertambah.

6 Mayat ditemukan, Total Sementara 11 orang Korban Tewas Jembatan Kutai Kartanegara

November 28th, 2011 No comments

jembatan kukar

Pencarian korban tenggelam akibat runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terus dilakukan. Kendati, tim SAR masih terkendala sulitnya pencarian melalui kedalaman sungai. Alhasil, pencarian baru dilakukan sebatas penyisiran dari atas permukaan air. Menurut Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu malam, kemarin pihaknya bersama Bupati Kutai Kartanegara, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum, Badan SAR Nasional, Bareskrim, Polda, dan unsur Pemkab Kutai Kartanegara telah berembuk membahas persoalan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur,  masih memfokuskan mengevakuasi para korban robohnya Jembatan Kukar.

“Kita masih memfokuskan untuk melakukan evakuasi, baru setelah itu kami akan lakukan investigasi,” kata Kabag Humas Pemkab Kukar Sri Wahyuni, Senin (28/11/2011).

Saat ini, lanjut Sri, korban tewas yang ditemukan berjumlah 11 orang. “Pagi ini kita temukan enam orang, kita terus melakukan pencarian,” tandasnya.

“Berdasarkan catatan kita, ada 37 orang yang kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit, namun beberapa orang di antaranya sudah rawat jalan,” tuturnya.

Sebelumnya, Jembatan Kukar roboh pada Sabtu 26 November sore. Polda Kalimantan Timur merilis saat jembatan roboh setidaknya ada lima mobil dan 10 sepeda motor yang tercebur ke Sungai Mahakam.

Hingga saat ini, Tim SAR masih melakukan evakuasi terhadap korban jembatan ini. Tim diketahui mengalami kendala saat melakukan evakuasi karena derasnya arus Sungai Mahakam.

Daftar Nama Korban Tewas dan Luka-luka, Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara

November 27th, 2011 No comments

jembatan kutai kartanegara

Pencarian korban runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara dihentikan sementara. Petugas menghentikan sementara pencarian pada Minggu 27 November 2011 dini hari pukul 01.00 WITA. Hingga pencarian terakhir, telah ditemukan total 37 korban termasuk 4 korban tewas sebelumnya. ”Pencarian kami lanjutkan pagi ini, Minggu mulai pukul 07.00 WITA,”

Jumlah korban memang terus bertambah. Semula, korban tewas yang berhasil ditemukan hingga pukul 08.30 WITA hanya 3 orang dan 17 korban luka-luka.

Juliansyah, salah seorang anggota tim penyelamat menuturkan, pencarian dihentikan sementara. “Pukul 01.00 WITA, semua tim pencari naik ke darat dan beristirahat,” ucap Juliansyah. “Pencarian dilanjutkan pagi ini”.

Dari seluruh korban luka-luka, ada dua puluh orang dibawa ke Rumah Sakit Umum AM Parikesit Tenggarong. Dua orang lainnya dibawa ke Balai Klinik Bina Sentra, Tenggarong. Ada juga yang dibawa ke RS Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.

Nama Korban Tewas :

1. Agus (25 tahun), warga Kecamatan Tenggarong
2. M. Firdaus (19 tahun), warga Kecamatan Tenggarong
3. Fadlan (16 tahun), warga kecamatan Tenggarong
4. Alisyah (6 bulan)

Berikut ini daftar nama korban luka-luka yang ditemukan:

1. M Firdaus, laki-laki/19 tahun
2. Agus, laki-laki/25 tahun
3. Fadlan, laki-laki/16 tahun
4. Ausiah, perempuan/6 bulan
5. Rosalina, perempuan
6. Adam Nur, laki-laki/40 tahun
7. M Ramadhani, laki-laki/4,5 tahun
8. Monika, perempuan
9. Rian, laki-laki
10. M Khaidir, laki-laki
11. Aji Titin R, perempuan
12. Yaya
13. Mafrudin, laki-laki
14. Ema, perempuan
15. Ruri
16. Syahrani, perempuan/24 tahun
17. Nur Siah, perempuan
18. Dani, laki-laki
19. Jamal, laki-laki/3 tahun
20. Ruski Dartani, laki-laki/15 tahun
21. Yusuf, laki-laki
22. Zumriadi, laki-laki
23. Putra, laki-laki
24. Rian, laki-laki
25. Syahruni Effendi, laki-laki
26. Alfianur, laki-laki
27. Tigor Arianto, laki-laki
28. Hamdi, laki-laki
29. Rizki
30. Hamda
31. Nita, perempuan (Klinik Bina Sentra)
32. Sofian H, laki-laki (Klinik Bina Sentra)
33. Supriyono, laki-laki (RS Dirgahayu, Samarinda)
34. Harianto, laki-laki (RS AWS, Samarinda)
35. Tris, laki-laki
36. Pahris, laki-laki
37. Arniah

Foto Jembatan Kutai Kartanegara Runtuh

November 26th, 2011 No comments

Peristiwa ini sungguh mengagetkan Jembatan Kutai Kartanegara yang sangat terkenal sebagai ‘Golden Gate’ Kalimantan dengan panjang 1 km itu runtuh, hampir tak bersisa. Peristiwa itu terjadi Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 16.20 WITA. Tidak ada yang menyangka, lalu lintas saat itu sedang sangat ramai.

Tak cuma itu, puluhan warga juga sedang menikmati sore yang indah di pinggir jembatan. Tiba-tiba saja, bruk, jembatan ambrol. Mobil-mobil dan kendaraan yang sedang melintas pun berjatuhan ke sungai.

Tak lama, tim SAR tiba di lokasi untuk melakukan penyelamatan. Sejumalah orang telah ditemukan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun belum diketahui bagaimana kondisinya.

Jembatan itu sebenarnya relatif baru saja dibangun. Jembatan penghubung Samarinda dengan Tenggarong itu baru selesai dibangun pada tahun 2002. Jembatan itu belum bisa dibilang terlalu tua.

Mobil-mobil berjatuhan saat Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Bahkan, satu mobil terlihat tersangkut di salah satu pilar jembatan.

Pilar merupakan satu-satunya bangunan yang tersisa dari bangunan yang dibangun pada tahun 2002 itu. Namun mobil itu sudah kosong, tidak ada penumpangnya.

Pandangan detikcom di lokasi, Sabtu (26/11/2011) pukul 16.15 WIB mobil itu tergantung di pilar tersebut dengan posisi terbalik. Belum diketahui bagaimana nasib para penumpang. Di tengah-tengah sungai, terlihat satu mobil yang mengapung. Diduga, banyak mobil yang jatuh ke dalam sungai.

Jembatan itu runtuh sekitar pukul 16.20 Wita. Belum diketahui penyebab runtuhnya jembatan tersebut.Tiga orang tewas akibat jembatan Kutai Kartanegara (sebelumnya ditulis Jembatan Mahakam) yang ambruk. Korban diduga tewas gara-gara tenggelam di sungai Mahakam.

“Ada korban tewas 3 orang. Jenis kelamin laki-laki,” kata seorang karyawan RSUD AM Parekesit, Jhoni Setiawan, kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).

Menurut dia, korban tewas diduga tenggelam di sungai Mahakam. Identitas korban belum diketahui. “Ada di kamar jenazah,” kata karyawan perempuan yang enggan disebut namanya. Korban terus berdatangan di RSUD AM Parekesit. Saking memblukdaknya, sejumlah korban dirujuk ke puskesmas.



Kronologis Pesawat Susi Air yang Jatuh di Nabire

November 24th, 2011 No comments

susi air

Pesawat Susi Air jenis Cessna Grand Caravan (bukan Twin-otter seperti diberitakan sebelumnya) dilaporkan jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu (23/11/2011) pagi. Informasi yang diperoleh dari Security Bandara Sentani di Sentani, pesawat tersebut terbang dari Nabire menuju Oligay. Pilot dan awak pesawat serta jumlah penumpang tersebut belum diketahui.

Pesawat Susi Air yang jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu (23/11/2011) sebenarnya sudah hendak mendarat ketika mengalami kecelakaan. Namun sesaat sebelum mendarat tiba-tiba pilot menaikan kembali badan pesawatnya dan bergerak ke arah kiri, kemudian menabrak tebing yang berada di sekitar bandara.

Kronologis peristiwa jatuhnya pesawat ini dipaparkan oleh pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Surabaya No.24, Jakarta Pusat. Susi menuturkan, awalnya pesawat Cessna Grand Caravan (bukan Twin Otter seperti diberitakan sebelumnya) dengan nomor registrasi PK-VVG lepas landas dari Bandara Nabire menuju Sugapa pada pukul 08.53 WITA.

Tuti menuturkan, saat melakukan penerbangan, pesawat kargo tersebut membawa sejumlah bahan pokok makanan, diantara 75 kg beras, 15 kg mie, 950 kg semen, 4 kg telur, 26 kg jerigen bensin, 5 kg minyak goreng, 8 kg cargo mix.

“Pesawat itu dikendalikan oleh pilot berkewarganegaraan Selandia Baru bernama Jessie Becker, dan co-pilot berkewarganegaraan Spanyol bernama Albert Gallego,” kata Susi.

Pukul 09.43 WIT, pesawat kehilangan kontak. Menurut Susi, sepuluh menit kemudian, pada pukul 09.53, pihaknya telah mendapat posisi pesawat tersebut. “Perkiraan hilang kontak adalah 1 km di sebelah barat Bilogai dengan koordinat 3 deg 44.53′ Selatan, 137 deg 1.46 Timur,” jelas Susi.

Setelah mendapat konfirmasi tersebut, pada pukul 09.55, Susi Air kemudian mengirimkan tim recovery berupa dua pesawat porter dan dua helikopter yang salah satunya milik Airfast. “Jadi ketika informasi itu kita dapat, kita langsung mengirimkan tim recovery ke lokasi kejatuhan pesawat,” kata Susi.

Direktur Operasional Susi Air, Christian mengungkapkan, ketinggian pesawat Susi mulai dirasa aneh ketika memasuki jarak 200 hingga 300 meter sebelum bandara Sugapa. Menurutnya, saat ingin mendarat tiba-tiba pilot menaikan kembali badan pesawatnya dan bergerak ke arah kiri, kemudian menabrak tebing yang berada di sekitar bandara.

“Kalau di Bandara Bilogai prosedur pendaratannya sebenarnya kalau kita sudah sampai ke jarak 200-300 meter sebelum landasan itu tidak bisa belok lagi, harus mendarat. Nah dalam posisi seperti ini kita simpulkan kalau ada yang tidak beres saat itu,” tuturnya.

Christian mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. “Kita belum dapat simpulkan apa penyebab kejatuhan pesawat itu. Tapi kita sudah menyampaikan peristiwa ini ke KNKP, jadi nanti mereka akan menginvestigasi penyebab seperti apa,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Susi Air dilaporkan jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu pagi adalah pesawat kargo yang tidak mengangkut penumpang. Pesawat ini diawaki oleh pilot Jessie Becker asal Selandia Baru, dan kopilot Albert Gallego dari Spanyol. Pesawat yang lepas landas dari Nabire menuju Bandara Sugapa, Pegunungan Bintang, Papua ini mengalami kecelakaan saat hendak mendarat.